Sosial Budaya

1. Petik Laut


Upacara petik laut merupakan tradisi budaya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sreseh. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah. Biasanya, upacara petik laut dilakukan pada saat tertentu, seperti menjelang musim panen dan 7 hari setelah hari raya idul fitri. Selama upacara petik laut, para nelayan atau warga Sreseh berkumpul di pantai atau pelabuhan dengan membawa peralatan tradisional seperti jaring, pancing, dan perahu.

Upacara dimulai dengan doa dan nyanyian-nyanyian keagamaan sebagai ungkapan rasa syukur. Setelah itu, para nelayan atau peserta upacara berlayar ke laut dengan perahu mereka. Ketika mencapai perairan yang ditentukan, mereka akan menggunakan jaring atau pancing untuk menangkap ikan atau hasil laut lainnya. Setelah ikan atau hasil laut berhasil ditangkap, para nelayan akan kembali ke daratan sambil membawa hasil tangkapan mereka. Mereka membawa hasil tangkapan tersebut ke tempat upacara berlangsung, di mana masyarakat setempat menyiapkan tempat khusus untuk menampilkan dan mempersembahkan hasil tangkapan itu kepada Tuhan.

Setelah itu, dilakukan prosesi penghormatan dan persembahan kepada Tuhan dengan menggunakan bunga, dupa, dan makanan tradisional. Biasanya ada pula pertunjukan seni dan tarian tradisional yang dilakukan sebagai bagian dari acara ini. Upacara petik laut biasanya dihadiri oleh seluruh masyarakat, termasuk para pemuka adat atau tokoh masyarakat setempat. Upacara petik laut memiliki makna yang dalam bagi masyarakat pesisir, karena mereka mengandalkan hasil laut sebagai sumber kehidupan utama mereka. Tradisi ini juga menjadi simbol kebersamaan, kerja sama, dan kebersyukuran dalam menghadapi anugerah alam yang diberikan kepada mereka.

2. Kerapan Sapi


Kerapan sapi umum dilaksanakan dalam acara acara tertentu baik berupa lomba ataupun acara pribadi. Sedangkan upacara petik laut dilakukan setelah 7 hari setelah hari raya. Keahlian dalam pengetahuan lokal dan tradisi dapat diperoleh melalui studi, pengalaman langsung, interaksi dengan komunitas setempat, dan partisipasi aktif dalam kegiatan budaya dan tradisional. Hal ini memungkinkan seseorang untuk memahami, menghargai, dan melestarikan warisan budaya yang kaya dan unik dari suatu daerah atau komunitas.

Posting Komentar

0 Komentar